Edson Tavares: Sang Juru Taktik Persija

0
74
Juru Taktik Persija
Persija punya Edson Tavares sang juru taktik

agreatportal.com, Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta atau lebih akrab disebut Persija. Telah menorehkan prestasi yang cukup gemilang di persepakbolaan Indonesia. Berdiri sejak 28 November 1928 dengan nama Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Berganti nama pasca Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan sekitar tahun 1951.

Sepanjang karir Persija telah silih berganti pelatih yang menjadi juru taktik. Namun sejak tahun 1962, hanya Sugih Hendrarto yang bertahan sepuluh tahun. Pelatih-pelatih lain hanya bertahan paling lama dua tahun, bahkan dalam setahun pernah mengganti tiga pelatih sekaligus. 3 bulan adalah masa paling cepat. Salah satu pelatih dengan masa tercepat adalah Julio Banuelos. Banuelos berhenti karena dipecat dan kemudian diganti Edson Tavares.

Tavares telah menangani 24 tim sebelum akhirnya menjadi juru taktik Persija. Empat tim nasional di bawah asuhannya, yaitu Yordania, Vietnam, Oman dan Haiti. Tavares juga beberapa kali menjadi asisten pelatih dan direktur teknik.

Selama karirnya menjadi pelatih, klub yang paling lama ia tangani adalah Yokohama FC. Tercatat ada 27 kemenangan, 18 hasil imbang, 17 kali menuai kekalahan dan 85 gol yang diciptakan selama dua tahun di bawah asuhan Tavares.

Berikut tiga hal menarik tentang Edson Tavares sang juru taktik Persija:

1. Fanatik dengan formasi 3 bek

Tavares menggunakan formasi 3-5-2 saat bersama Yokohama FC dan formasi 3-4-3 saat menangani Haiti. Persija memang memiliki pemain belakang yang tangguh karena mampu bertahan cukup dalam dan membangun serangan. Jadi sangat memungkinkan Tavares menggunakan taktik formasi 3 bek ini.

2. Terbiasa menggunakan pemain muda

Diakui oleh Tavares pada klub sebelumnya, Ia menggunakan pemain muda. Namun pemain muda yang dipilih adalah yang sesuai kebutuhan, yaitu sosok yang sejalan dengan skema Tavares. Persija sendiri juga memiliki banyak pemain muda U-20, sebut saja Hamra, Resky Fandi Witriawan, Adrianus Dwiki, dan Taufik Hidayat. Kebiasaan Tavares ini perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi Persija.

3. Berkebalikan dengan Julio Banuelos

Tavares cenderung berkebalikan dibandingkan Banuelos, pelatih sebelumnya. Tavares telah mengkondirmasi bahwa Ia lebih mengutamakan hasil ketimbang hal lainnya. Ia juga mengatakan bahwa latihan tidak akan terlalu banyak secara kuantitas tapi intensitas akan ditingkatkan. Tavares merupakan pelatih yang pragmatis. Ia akan mencari banyak cara agar Persija bisa mencapai target yang telah ia tentukan.

Tavares memang punya misi besar untuk Persija. Belum lagi Tavares mengambil alih saat kondisi dalam keadaan yang amat buruk. Maka mau tidak mau Tavares dituntut untuk memulihkan performa Macan Kemayoran ini. Tavares juga perlu berhati-hati melihat pelatih sebelumnya telah diganti sebanyak dua kali. Karena dianggap tidak mampu membawa Persija ke performa aslinya.

Tavares bekerja bersama Antonio Claudio dan Sudirman sebagai asisten pelatih terus memperbaiki permainan Persija. Dimana Sudirman sempat menjadi pelatih sementara selama masa transisi Banuelos ke Tavares.

Persija sebagai klub sepak bola Indonesia yang cukup ternama ini menjadi sebuah tantangan baru bagi Tavares. Ia mengaku senang bisa bergabung dengan Persija. Apalagi dengan pencapaian dan prestasi yang Ia miliki, Tavares membawa angin segar pada klub sepak bola yang berdomisili di Jakarta ini. The Jakmania (supporter Persija) pun tentu sangat menaruh harapan yang tinggi dengan kehadiran Tavares.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here