Dasar Perintah Wakaf Menurut Al-Quran dan Hadist

0
66
wakaf adalah
wakaf adalah

Setiap orang terutama penganut agama Islam tentunya telah mengetahui kata wakaf. Namun, tidak semua mengetahui apa pengertian, manfaat, serta tata cara berwakaf itu sendiri. Wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tetapi bukan untuk dirinya, sementara benda itu tetap ada padanya dan manfaatnya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Walau tak secara jelas menerangkan konsep wakaf, tapi wakaf dianggap sebagai bagian dari Infaq fi Sabilillah.

Dilansir dari bwei.or.id atas dasar Infaq fi Sabilillah itulah para ulama menerkan konsep wakaf yang didasarkan dari keumuman ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang amalan Infaq fi Sabilillah. Ayat-ayat yang tercantum diantaranya adalah :

Wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tetapi bukan untuk dirinya, sementara benda itu tetap ada padanya dan manfaatnya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 267 menyatakan “Hai orang-orang beriman. Nafkahkanlah (diajalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kewajiban yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai,” Q.S Ali Imran (3) ayat 92.

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang memberikan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap butirnya seratus biji. Allah SWT melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” Q.S Al-Baqarah (2)  ayat 261.

Berdasarkan ayat-ayat yang disebutkan menjelaskan soal anjuran untuk menginfakkan harta yang diperoleh untuk mendapatkan pahala dan kebaikan. Selain itu, pada surat Al-Baqarah ayat 261 menyebutkan jika pahala yang berlipat ganda yang akan diperoleh orang-orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah.

Dalil yang menjadi hukum dasar wakaf terdapat dalam hadis yang memiliki arti, Dari Abu Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Apabila anak Adam telah  meninggal dunia, maka terputuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga perkara yaitu, sodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, serta anak soleh yang berdoa untuknya” H.R Muslim.

Selain itu juga terdapat hadist lain dari Ibnu Umar r.a yang berkata, “Umar bin Khattab memiliki sebidang tanah di Khaibar, lalu ia menemui Nabi untuk meminta nasihat tentang harta itu, Wahai Rasulullah aku telah mendapat sebidang tanah di Khaibar yang aku belum pernah memperolehnya seperti itu. Rasulullah SAW bersabda: jika engkau menginginkan, kau tahan pokoknya dan kau sadaqahkan hasilnya. Ibnu Umar berkata: Umar kemudian mewakafkan harta itu, dan sesungguhnya harta itu tidak untuk diperjualbelikan, tidak diwariskan dan tidak juga dihibahkan. Umar menyedekahkan hasil harta itu untuk orang fakir, kerabat, memerdekakan budah, sabilillah, ibnu sabil, dan tamu. Tidaklah berdosa orang yang mengurusinya (nazhir) memakan sebagian dari hasil harta itu secara baik (swajarnya) atau memberi makan (kepada orang lain) tanpa menjadikan sebagian harta milik” hadist riwayat Al-Bukhary.

Dari hadist riwayat mulim, pengertian kata sadaqah jatiyah selain dimaknai sebagai sadaqah tapi juga dimaknai sebagai wakaf. Sedangkan dalam hadist riwayat al-Bukhary dipertegas soal status benda (dalam hal ini merupakan tanah) yang diwakafkan dapat digunakan dan ditujukan untuk apa, serta posisi pengelola wakaf atau nazhir yang ditegaskan boleh memperoleh upah sewajarnya atas pengelolaan tanah wakaf tersebut tanpa adanya maksud memiliki harta wakaf atau memilikinya untuk kepentingan diri sendiri dan bahan untuk memperkaya diri.

Setelah mengetahui dasar wakaf bisa disimpulkan jika, wakaf adalah ketentuan dan perintah yang diberikan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang memiliki manfaat bukan hanya sebatas dunia tapi juga di akhirat kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here