BWI Ingin Wakaf Asuransi Syariah di Indonesia Bisa Meningkat

0
26
wakad asuransi syariah
wakad asuransi syariah

Agreatportal.com, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh menginginkan pertumbuhan wakaf di Indonesia meningkat dengan menodorong masyarakat Indonesia dan khususnya yang beragama Islam melalui wakaf asuransi syariah.

Muhammad Nuh menyatakan, BWI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berbondong-bondong berwakaf asuransi syariah.

Pada dasarnya wakaf merupakan bentuk dari kedermawanan dalam Islam dengan memberikan benda atau harta yang bermanfaat bagi masyarakat luas dengan dijanjikannya oleh Allah SWT pahala yang tak akan terputus.

Sedangkan untuk wakaf asuransi syariah merupakan kegiatan mewakafkan sebagian dari manfaat asuransi dan manfaat investasi melalui lembaga pengelolaan wakaf untuk nantinya hasil dari pengelolaan tersebut akan dimanfaatkan guna kemashlahatan masyarakat dan ummat.

Menurut Muhammad Nuh, saat ini variasi atau turunan dari produk wakaf sudah mulai beragam, mulai dari masjid, kuburan, hingga wakaf yang bersifat menghasilkan atau disebut juga wakaf produktif.

Ia juga menambahkan, esensi dari perwakafan itu tetap sama. Bedanya harus tetap, dan tidak boleh berkurang alias bersifat abadi, serta yang bisa dimanfaatkan adalah hasil dari pengelolaan wakaf itu.

Harapan meningkatnya peserta wakaf asuransi syariah

Saat ini wakaf asuransu syariah telah mendapatkan fatwa dari DSN MUI nomor 106 tahun 2016 tentang wakaf manfaat serta manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah. Dewan syariah nasional sudah memberikan pertimbangan fatwa ini, bahwasanya wakaf di bidang asuransi syariah ini boleh serta tidak melanggar peraturan dan undang-undang.

Fatwa dari DSN MUI ini menguraikan soal wakaf manfaat asuransi berasal dari dana tabarru’ yang merupakan dana kebajikan yang diikhlaskan oleh peserta asuransi, jika sewaktu-waktu akan dipergunakan untuk membayar klain serta manfaaat asuransi. Kemudian, manfaat investasi asuransi berasal dari dana tabungan yang merupakan dana titipan dari peserta asuransi yang nantinya mendapat alokasi bagi hasil (al-mudharabah) yang pendapatannya berasal dari investasi bersih yang diperoleh setiap tahunnya.

Berdasarkan fatwa DSN MUI meyatakan wakaf manfaat asuransi yang boleh diwakafkan jumlah paling banyaknya sebesar 45 persen dari keseluruhan manfaat asuransi. Sedangkan untuk manfaat investasi yang boleh diwakafkan paling banyak sebesar sepertiga dari keseluruhan kekayaan yang di investasikan beserta hasilnya.

Selain upaya Badan Wakaf Indonesia untuk mendorong masyarakat menggunakan wakaf asuransi syariah, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) optimis dengan wakaf asuransi syariah yang dapat berkembang pesat di Indonesia. Menurutnya, dengan mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama muslim seharusnya program ini akan banyak diminati.

Namun, meski begitu masih ada upaya lain guna meningkatkan jumlah peserta wakaf asuransi syariah di Indonesia. Kurang memadainya jumlah literasi serta sosialisasi soal wakaf asuransi ini menjadi tantangan tersendiri.

Kerja sama antar pelaku industri, regulator, dan pihak terkait sangat dibutuhkan. Tingkat literasi yang rendah yaitu secara umum hanya sebesar 8 persen dan pemahaman akan wakaf ini masih terbatas dengan adanya praktik praktik yang terlihat di masyarakat. Bagaimana cara untuk mengedukasi masyarakat soal wakaf tunai, dan wakaf manfaat asuransi sehingga tak hanyak berwakaf dengan tanah atau bangunan. Perlu adanya literasi dan edukasi untuk masyarakat luas.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengatakan potensi wakaf di Indonesia akan mencapai Rp 180 triliun. Namun di tahun 2017 total dana yang telah terhimpun dari dana wakaf hanya mencapai Rp 400 miliar, sedangkan berdasarkan data Bank Indonesia (BI) mencatata jika sektor Islam yang mencakup sistem wakaf memiliki potensi sekiranya sebesar Rp 217 triliun atau setara dengan 3,4 persen PDB Indonesia. Tentu berdasarkan data ini wakaf asuransi syariah atau kegiatan wakaf ini dapat memainkan peran yang sangat penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi serta mendukung stabilitas keuangan yang ada di Indoenesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here