4 Hal yang Harus Tahu Mengenai Aturan Financial Fair Play

0
101
4 Aturan financial fair play
4 Aturan financial fair play yang dibuat UEFA

Agreatportal.com, Juara English Premier League Manchester City bisa terkena larangan bermain di Liga Champions musim depan sebab terduga melanggar aturan Financial Fair Play yang dibuat oleh UEFA.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, sebenarnya apa itu financial fair play dan gimana aturannya?

1. Aturan untuk meningkatkan kesehatan keuangan klub

Menurut UEFA, badan yang menangani dan memantau klub sepakbola di Eropa, adanya financial fair play ini adalah untuk meningkatkan finansial klub-klub di benua biru. Aturan ini sudah mulai berlaku sejak 2010 dengan tujuan agar klub bisa mengontrol pengeluaran. Dengan begitu keuangan klub tidak mengalami defisit yang disebabkan oleh pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Dan selanjutnya, klub bisa terhindar dari masalah keuangan dalam jangka panjang. Biasanya klub menggelontorkan uang untuk belanja pemain yang sangat besar, padahal pemasukannya tidak sebanyak itu. Maka untuk mengatasi masalah ‘financial doping’ di sepakbola Eropa ini, Presiden UEFA membuat aturan berupa financial fair play.

2. Klub diperbolehkan belanja € 5 juta lebih banyak dari penghasilan

Dalam semua kondisi, klub harus memenuhi semua komitmen soal transfer dan gaji karyawan. Pengeluaran klub yang berhubungan dengan transfer dan upah pemain, harus disesuaikan dengan pendapatan dari hak siar TV, penjualan tiket, serta kegiatan komersial lainnya.

Aturan financial fair play
4 Aturan financial fair play

Di bawah aturan UEFA masalah financial fair play ini, klub hanya boleh menghabiskan € 5 juta lebih banyak dari pemasukan selama masa penilaian. Penilaian ini akan menghitung periode tiga tahun terakhir.

Awalnya batas yang ditoleransi yang bisa ditanggung oleh pemilik klub atau pihak yang berhubungan dengan klub adalah € 45 juta, namun sekarang sudah menjadi € 30 juta.

Pemasukan dari sponsor menjadi tidak jelas posisinya dalam aturan financial fair play. Disebutkan bahwa pemilik klub memang tidak boleh secara langsung menyuntikkan dana pribadi untuk klubnya. Namun, pemilik klub boleh menjembatani klub untuk melakukan kerja sama dengan klub relasinya untuk mendatangkan pemasukan. Namun, jika sponsor menyumbang lebih dari 30 persen dari total pendapatan klub, baru akan diselidiki UEFA.

Namun untuk investasi di bidang stadion, pengembangan anak muda, fasilitas pelatihan, serta sepakbola wanita tidak termasuk dalam hitungan.

3. Berbagai sanksi menunggu jika klub melanggar

Aturan ini ditegakkan oleh UEFA yang menjadi federasi sepakbola di Eropa. Untuk memantau klub-klub menjalankan aturan financial fair play ini, UEFA membentuk Club Financial Control Body (CFCB). Biasanya klub yang melanggar akan diberikan peringatan, larangan melakukan transfer, serta denda.

Sanksi ini juga bisa meluas hingga ke pengurangan poin, larangan mengikuti kompetisi hingga tidak bisa mendaftar pemain baru.

Untuk larangan transfer pemain, dua klub raksasa Eropa Manchester City dan PSG sudah pernah mengalaminya karena disebut UEFA melanggar financial fair play.

4. City dan PSG pernah melanggar

Pada masa awal penilaian, ada sembilan klub yang ditemukan telah melanggar kriteria financial fair play, terutama Manchester City dan Paris St-Germain.

Saat itu. City dijatuhi denda total £ 49 juta dengan £ 32 juta diantaranya ditangguhkan. Selain itu, City hanya bisa mendaftarkan 21 pemain untuk mengikuti kompetisi Liga Champions di musim 2014-2015.

Secara gabungan, City disebut mencatat kerugian total £ 149 juta, dengan rincian £ 97 juta musim 2012 dan £ 51,6 juta musim 2013.

Sama halnya dengan City, PSG juga mendapat hukuman yang sama karena juga diketahui melanggar aturan financial fair play.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here