9 Fakta Perjalanan Sejarah Persib Bandung

0
73
Persib Bandung juara
Foto pemain Persib Bandung juara sebagai juara

Agreatportal.com, Klub sepakbola dalam negeri asal Bandung memang sudah dikenal. Ialah Persib Bandung yang sudah punya sejarah panjang hingga punya nama besar seperti sekarang. Sudah berdiri sejak tahun 1933, berbagai prestasi berhasil diukur klub kebanggan Bobotoh ini.

Tak jarang laju perjalanan Persib sering dinodai oleh aksi anarkis para fansnya. Sering kali fans fanatik ini melakukan aksi yang membuat mereka dijatuhi sanksi. Namun, di sisi lainnya, bisa dilihat betapa Persib dicintai oleh masyarakat Jawa Barat.

Lika-liku perjalanan panjang sudah dilalui Persib hingga membuatnya menjadi klub yang diperhitungkan di kompetisi lokal.

Sejarah Persib dari masa ke masa

1. Sejarah berdirinya

Pada tahun 1923, Bandung punya perkumpulan sepakbola dengan nama Bandoen Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Perkumpulan ini menjadi alat perjuangan yang diketuai oleh Syamsudin, lalu berlanjut pada Dewi Sartika, R. Atot. Dia adalah putra pahlawan nasional.

Pada masa itu, BIVB bermarkas di Tegallega, Bandung. Tim ini juga melakukan berbagai pertandingan di luar kota ke daerah-daerah terdekat. Entah mengapa, seiring prosesnya, BIVB menghilang.

Setelahnya, lahirlah dua klub sepakbola, ada National Voetball Bond (NVB) dan Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB). Kemudian keduanya melebur menjadi satu yang dikenal sebagai Persib Bandung pada 14 Maret 1933. Anwar St. Pamoentjak diangkat menjadi ketua umum.

Persib pun memulai karir dengan gemilang dengan 3 kali tampil menjadi runner up di kompetisi Perserikatan 1933 di Surabaya, serta kompetisi yang sama di tahun 1934 (Bandung) dan 1936 (Solo). Barulah di tahun 1939, Persib Bandung berhasil menjadi jawara kompetisi tersebut tahun 1939 yang diselenggarakan di Solo.

2. Sejak Awal Sudah Merebut Hati Masyarakat Jabar

Persib sempat memiliki saingan sekota yakni Voetbal Bond Bandung dan Omstreken (VBBO) yang didirikan oleh orang-orang Belanda. Pertandingan-pertandingan VBBO sendiri digelar di kota Bandung dan dianggap lebih bergengsi tentunya. Sebab saat itu, Persib hanya bermain di pinggiran Bandung. Sehingga muncul anggapan sinis dan dianggap sebagai perkumpulan kelas dua.

Tapi, kecintaan warga akan Maung Bandung ini lebih besar. Kemudian mereka menegaskan diri bahwa Persib adalah satu-satunya klub bola bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Bahkan setelahnya klub yang bernaung di bawah VBBO bergabung bersama Maung Bandung ini.

Persib semakin eksis setelah VBBO kemudian menyerahkan lapangan yang mereka gunakan seperti Lapangan UNI, SIDOLIG, dan SPARTA pada Persib.

3. Persib Sempat Dihentikan

Berbagai kegiatan pesepakbolaan dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal itu juga terjadi pada Persib sehingga membuatnya vakum. Untung saja, usai Indonesia menyatakan kemerdekaan, Persib dapat kembali unjuk aksi. Bahkan klub masyarakat Jawa Barat ini tidak hanya eksis di Bandung, namun hingga ke Yogyakarta saat itu.

4. Persib Didirikan Kembali

Tepat tahun 1948, Persib kembali hadir. Hanya saja keberadaannya diganggu Belanda (NICA) seiring kedatangannya kembali ke Indonesia. Mereka saat itu ingin kembali menghidupkan VBBO, bekas perkumpulan yang pernah ada dan merubahnya dengan nama Indonesia.

Di masa NICA ini, Persib diperjuangkan kehadirannya kembali oleh Dokter Musa, Rd. Sugeng, H. ALexa, serta Munadi. Upaya tersebut berhasil, sehingga di Bandung akhirnya hanya ada Persib saja.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Maung Bandung memiliki kantor sekretariat tahun 11953. Ini berarti mereka tidak nomaden lagi. Kantor ini ada berkat Wali Kota Bandung saat itu, R. Enoch, yang membangung kantor Persib di Cilentah. Lalu, berganti kantor sekretariat di Jalan Gurame atas upaya R. Soendoro. Kantor inilah yang bertahan hingga sekarang.

Klub sepakbola Bandung ini semakin bersinar mengukir prestasi di tahun 1961 yang berhasil menjadi juara Perserikatan. Saat itu mereka sukses mengalahkan PSM Ujung Pandang di partai final. Atas prestasi inilah, PSSI menunjuk Persib untuk mewakili Indonesia di ajang kejuaraan sepakbola Piala Aga Khan yang berlangsung di Pakistan setahun setelahnya.

5. Persib Menghadapi Masa Sulit

Bukan tidak pernah Persib mengalami masa sulit. Tahun 70-an, Persib kesulitan meraih gelar. Bahkan pada Kompetisi Perserikatan musim 1978-1979, Persib sempat terdegradasi ke Divisi I.

Kemudian, tim buru-buru mengambil langkah. Mulai dari mempersiapkan tim junior yang dibina oleh pelatih asal Polandia Marek Janota, hingga memperbaiki tim senior yang dipimpin oleh Risnandar Soendoro. Ternyata strategi membina tidak hanya pemain muda, tetapi juga pemain senior membuat Persib berhasil promosi lagi ke Divisi Utama.

Pemain bintang Persib Bandung
Pemain-pemain bintang Persib Bandung

Kemudian, lahirlah berbagai nama bintang Persib seperti Robby Darwis, Adjat Sudrajat, Dede Iskandar, Boyke Adam, Suryamin, Adeng Hudaya, Sobur, Sukowiyono, serta Iwan Sunarya. Kemudian, hasil binaan pelatih Marek juga berhasil masuk final bertemu PSMS di kompetisi Perserikatan musim 1982-1983 serta 1984-1985. Namun, Persib harus puas kalah dan menjadi runner up dua kali setelah kalah adu penalti. Bahkan, pada final tahun 1984-1985, penonton membludak hingga mencatatkan rekor penonton.Stadion Senayan yang hanya berkapasitas 100.000 diisi oleh 120.000 orang.

6. Meraih Berbagai Prestasi

Pada tahun 1986 Kompetisi Perserikatan, Persib yang ditukangi oleh Nandar Iskandar berhasil meraih juara seusai mengalahkan Perseman Manokwari melalui gol tunggal yang diciptakan Djajang Nurdjaman di Stadion Senayan. Kemudian di tahun 1990, Persib kembali menjadi kampiun setelah mengalahkan Persebaya 2-0 melalui gol bunuh diri tim lawan.

Lanjut di tahun 1993-1994, Persib merain juara pada kompetisi penutup Perserikatan. Di partai puncak, Maung Bandung mengalahkan PSM 2-0. Untuk itu, Persib jadi peraih Piala Presiden untuk selamanya. Kemudian, kompetisi berikutnya berubah nama menjadi Liga Indonesia yang diikuti oleh tim-tim dari Galatama dan Perserikatan.

Setelah berganti nama, Persib berhasil meraih trofi Liga Indonesia. Saat itu mereka menaklukkan Petrokimia Putra dengan skor 1-0. Sebagai juara liga, Persib berhak mengikuti Piala Champions Asia atau dikenal sebagai Liga Champions Asia. Prestasi Persib juga cukup membanggakan dengan lolos hingga ke perempat final.

Persib Bandung mulai menggunakan jasa pemain asing
Persib Bandung mulai menggunakan jasa pemain bahkan pelatih asing

Berbanding terbalik, laju perjalanan Persib di liga dalam negeri seperti tenggelam. Hingga akhirnya di tahun 2003, Persib menggunakan jasa pelatih dan pemain asing demi perbaikan prestasi. Padahal sebelumnya mereka konsisten menggunakan jasa pemain lokal. Taktik ini ternyata tidak berhasil. Persib bahkan terseok-seok hampir terdegradasi. Sledzianowski pun akhirnya diganti di tengah jalan melihat performa Persib yang makin memburuk.

7. Persib jadi Klub Profesional

Pada akhir Desember 2008, Persib bukanlah perserikatan amatiran dan menjadi klub profesional dengan memiliki badan hukum bernama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Sejak memiliki badan hukum, Persib tak lagi menerima kucuran dana dari pemerintah melainkan hadil pengelolaan usaha di bawah naungan PT PBB tersebut.

Profesionalitas ternyata berbanding lurus dengan prestasi yang semakin membaik. Di Kompetisi Liga Super Indonesia I musim 2008-2009, Persib ditangani oleh pelatih lokal namun di luar Bandung. Ialah Jaya Hartono yang waktu itu berhasil membawa Persik Kediri berjaya meraih Piala LI IX tahun 2003. Dialah yang menjadi pelatih Maung Bandung. Di era kepemimpinannya, Persib sukses meraih peringkat ketiga di kompetisi dengan format satu wilayah.

8. Juara Liga Super Indonesia dan Piala Presiden 2015

Djajang Nurjaman Persib Bandung
Djajang Nurjaman saat di pinggir lapangan ketika Persib Bandung bermain

Mantan pemain bintang Persib Djajang Nurjaman berhasil membawa Persib Bandung menjadi juara Liga Super Indonesia tahun 2014. Gelar ini didapat usai paceklik gelar hampir 19 tahun lamanya. Djajang berhasil mengantarkan klub yang membesarkan namanya menjadi juara saat menjadi pemain, asisten pelatih, dan saat menjadi pelatih kepala.

Tahun 2015, Persib juga tampil sebagai jawara Piala Presiden. Sayangnya, kesuksesan ini tak menular di kompetisi selanjutnya.

9. Tragedi GBLA

Tahun 2018 bisa disebut sebagai musim muram bagi Persib, Tragedi di stadion Gelora Bandung Lautan api (GBLA) menewaskan Haringga Sirla, salah satu suporter yang menjadi korban penganiayaan.

Akibat aksi tersebut, Persib Bandung akhirnya dijatuhi sanksi laga usiran atas kasus tersebut. Bobotoh juga tidak diperkenankan menyaksikan langsung pertandingan Persib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here