Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Dan Cari Tahu Penyebabnya

0
217
Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Dan Cari Tahu Penyebabnya

Anak yang hiperaktif itu erat sekali kaitannya dengan anak yang tak bisa diam. Ia tak kenal lelah dan selalu aktif dalam setiap gerak dan aktivitasnya. Untuk orang tua, dalam membesarkan anak hiperaktif memang akan sangat menguras tenaga dan juga pikiran. Lalu bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif? Kami akan bagikan tipsnya secara lengkap di bawah ini.

Yang disebut hiperaktif pada anak menjadi sebuah kondisi ketidakmampuan sang anak untuk mengontrol perilakunya. Jadi aktivitasnya akan melebihi rata-rata anak umumnya. Biasanya anak yang hiperaktif susah untuk dapat memusatkan perhatian, bereaksi dengan cepat tanpa pikir panjang dan beraktifitas fisik secara berlebihan.

Diri sendiri dan orang lain bisa dirugikan jika perilaku ini tidak terkontrol. Kadang kala anak tak dapat memperkirakan akibat dari perilakunya itu.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Dan Cari Tahu Penyebabnya

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Agar Bisa Fokus

1. Membuat Aturan yang Jelas

Banyak orang tua lebih memilih untuk berrumah tangga yang santai tanpa aturan. Pengasuhan anak dengan gaya santai tidak memberi pengaruh bagi banyak anak-anak. Namun untuk anak hiperaktif akan cenderung mempunyai masalah dalam lingkungan yang memiliki aturan tidak jelas. Sebaiknya jalanilah perintah dan juga aturan dalam rumah tangga dengan cara yang jelas. Dengan cara ini, anak nantinya akan tahu apa yang diharapkan untuk dia dari hari ke hari.

2. Pilih Pertempuran Anda

Penting bagi Anda memutuskan masalah yang patut diperjuangkan. Seorang anak hiperaktif bukanlah “anak nakal”. Penyebab hiperaktif adalah gangguan psikologis yang Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Pada anak Hiperaktif punya masalah dengan kimia otak yang dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk menyampaikan informasi antara sel-sel otak. Oleh karena itu, memberikan alasan kepada anak bukanlah hal yang mudah. Hidup dalam keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi sebuah perjuangan baginya, jadi fokuslah pada isu-isu yang terpercaya.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, ada pula yang lebih santai. Namun sayangnya, anak hiperaktif tidak bisa menggunakan cara mengajar yang santai. Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.

Jangan lupa berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan. Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif. Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

4. Sabar

Anak hiperaktif memang sering kali membuat Anda kesal. Anak dapat menunjukkan perasaan secara jelas dan gamblang, baik itu perasaan gembira atau ledakan kemarahan dengan tiba-tiba ketika suasana hatinya memburuk.

Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak, dan memberikan hukuman fisik pada anak. Ajarkan anak anda untuk dapat lebih tenang dan tidak  terlalu agresif. Dengan membentak dan menghukum justru akan membuat kemarahan anak makin tak terkendali.

Emosinya bisa dibuat reda dengan mengajarkan teknik pernapasan secara sederhana. Ambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

5. Memperhatikan makanan yang dikonsumsi

Anak hiperaktif sering konsumsi gula berlebih, benarkah? Padahal, tidak demikian. Sebab hingga saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here